Tuntaskan Kasus BO Puskesmas Bursel, Penyidik Terkendala Audit BPK

SIWALIMA

Senin, 28 Maret 2016

Ambon – Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku kini terkendala audit BPKP Perwakilan Maluku untuk menun­taskan kasus korupsi Bantuan Operasional (BO) delapan Puskesmas di Kabupaten Bursel.

Sampai saat ini hasil audit atas kasus korupsi tersebut tak kunjung usai sehingga mempengaruhi proses penyidikan terhadap kasus tersebut. Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Sulaiman Waliulu mengatakan, dalam kasus tersebut, penyidik sudah men­jerat Bendahara Dinkes Kabupaten Bursel, Alberth Hanock Runanmase sebagai tersangka namun hingga kini berkasnya juga tahap I.

“Sudah dirampungkan berkasnya. Bahkan sudah dilakukan pemeriksaan seluruhnya termasuk tersangka. Hanya saja hasil audit dari BPK belum juga turun. Kalau dipaksakan limpah juga akan bolak balik P-19 karena hasil auditnya belum keluar,” jelasnya kepada Siwalima melalui telepon seluler Sabtu (26/3).

Dikatakan, tim auditor BPKP Perwa­kilan Maluku masih sibuk dengan audit rutin beberapa waktu lalu sehingga mengalami keterlambatan.

Untuk diketahui, dalam kasus ini,  bantuan senilai Rp 720 juta yang dialokasikan melalui APBD tahun 2011itu, ternyata tak pernah sampai ke delapan puskemas penerima. Padahal anggaran sudah dicairkan 100 persen.

Dokumen-dokumen direkayasa untuk pertanggungjawaban. Sedikit­nya 13 saksi sudah diperiksa oleh penyidik Ditreskrimsus. “Bantuan dana ini tidak sesuai. Dalam per­tanggungjawaban seakan-akan dana itu dicairkan dan diterima oleh setiap puskesmas. Kasusnya masih penyidikan. Masih tetap jalan tidak ada yang tidak jalan,” ujar Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Budi Wibowo kepada Siwalima, Sabtu (1/8).

Dalam pengusutan, penyidik Ditreskrimsus juga menemukan keterlibatan mantan Kepala Dinkes Bursel, Elia Hehamony. Namun ia sudah meninggal dunia. (S-27)

– See more at: http://www.siwalimanews.com/post/penyidik_terkendala_audit_bpk#sthash.NuAZ74F7.dpuf